Home ~ Berita LDII Kab Malang ~ Adam Alis Generus LDII Peraih Pemain Terbaik Piala Presiden 2017

Adam Alis Generus LDII Peraih Pemain Terbaik Piala Presiden 2017

Adam Alis menjadi kebanggaan warga Malang sebab menjadi penentu kemenangan Arema FC melaju ke babak final Piala Presiden 2017. Gelandang muda yang menjadikan Arema FC meraih Juara Piala Presiden 2017 pun di nobatkan sebagai Pemain terbaik Piala Presiden 2017 di Stadion Pakansari Bogor. Terlepas dari prestasinya itu semua, Adam alis adalah salah satu Generus berprestasi LDII.

Adam alis merupakan pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1993. Di Malang, dia memilih tinggal di sebuah kos, Jalan Raya Slamet Supriyadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang selain karena kesederhanaan tujuan yang lain adalah supaya dekat dengan tempat Pengajian LDII PC Sukun Malang. Di tempat pengajian dia langsung diterima dan akrab dengan warga LDII yang lainnya, tak jarang banyak yang meminta foto bersama.

                                                           Saat pengajian di LDII PC Sukun Malang

Mujhid Muzhid adalah pripsip yang dipegang Adam alis dimanapun berada, Ajaran ini adalah buah selama mengaji sebagai warga LDII, Hidup sederhana lagi mau bekerja keras itulah artinya. Adam Alis memang belum punya mobil meski dia sudah menjadi pemain profesional dengan gaji yang besar. ”Dari dulu suka tinggal di kos, saya juga baru membeli motor bekas agar memudahkan untuk pergi latihan dan makan di Ayam Nelongso, hehe…,” katanya saat ditemui di kosnya, beberapa waktu lalu.

Bercerita Awal karir sepakbolanya, dia memperkuat tim di kampungnya, daerah Cibubur, Jakarta Timur. ”Pak RT di kampung memberikan pujian karena saya memberikan gelar (juara di kampung), saya tambah semangat untuk belajar,” ungkapnya.

Setelah itu dia berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Persigawa Selatan, Jakarta Timur. Dia mengantarkan SSB hingga ke Final Danone National Cup Wilayah Jakarta. Selanjutnya, ketika SMP, dia menghabiskan waktunya belajar sepak bola di Sekolah Sepak Bola Akademi Sepakbola Intinusa Olah Prima (SSB ASIOP).

Karirnya menanjak sejak SMA. Saat masih sekolah, dia sering izin untuk memperkuat Persija junior. Banyak pengalaman yang dia dapat saat membela Persija junior di Piala Suratin. Yang paling utama adalah jam terbangnya semakin tinggi. Ketika itu, Adam masih berposisi sebagai striker. Bukan sebagai gelandang seperti sekarang. Adam masih menjadi striker hingga dia membela tim Divisi III Liga Indonesia, Persitangsel, Tangerang Selatan.

Posisinya berubah menjadi gelandang sayap ketika bergabung dengan Perserang Banten di Divisi 1 pada 2013. Setahun kemudian, Martapura FC merekrutnya. Ketika itu, karir profesionalnya dimulai di klub Divisi Utama sebagai gelandang. ”Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae mengarahkan saya sebagai gelandang, karena melihat postur saya yang tidak tinggi,” imbuhnya.

Karir Adam pun terus menanjak. Dia mendapatkan rekomendasi Iwan Setiawan, pelatih Pusamania Borneo FC saat itu (sekarang pelatih Persebaya Surabaya) yang telah melihat bakat Adam secara langsung di Divisi Utama. Klub idola masa kecil Adam, Persija Jakarta, merekrutnya untuk Indonesia Super League (ISL) 2015. ”Saya senang bisa meneken kontrak dengan Persija senior, tapi ISL 2015 berhenti. Lalu saya ikut pertandingan kampung (tarkam), baru setelah itu mendapatkan peluang ke Liga Bahrain,” kata pria yang masih single ini.

Saat di Persija, dia mengalami masalah tunggakan gaji. Nah, inilah yang membuat dia sempat berpikir banting setir menjadi tentara pada Agustus 2015. Tapi, sebulan kemudian, ketika sedang menjalani seleksi sebagai tentara, Adam malah mendapatkan tawaran bermain di kompetisi tertinggi di Bahrain bersama tim East Riffa FC. Adam pun mengubur impiannya sebagai tentara dan fokus sebagai pesepak bola. ”Dunia sepak bola masih memanggil saya. Dan saya akhirnya memanfaatkan untuk menjadi pemain asing di Bahrain,” imbuhnya.

”Saya bersama Ryuji Utomo, tapi dia bermain di salah satu tim Bahrain di Divisi Dua. Saya termasuk pemain asing, kemudian di tim itu menumpuk pemain asing seperti dari Belanda dan Afrika,” ucap eks pemain Timnas U-23 ini.
Permainan Adam selama di Bahrain cukup apik. Melejitnya karir Adam Alis di negeri orang membuat pelatih Timnas Indonesia U-23 (2013–2015), Aji Santoso kepincut. Adam kali pertama dipanggil ke timnas pada 2015 lalu, yakni ketika diadakan seleksi Timnas U-23 untuk SEA Games 2015 dan kualifikasi Piala Asia U-23. ”Coach Aji waktu itu melihat kemampuan saya. Nah, dari situ lalu saya direkrut ke Arema, hehe,” kata pemain yang mengidolakan klub Inter Milan ini.

Karirnya di timnas kali pertama yakni ketika dia memperkuat timnas di laga kualifikasi Piala Asia U-23 melawan Timor Leste. Nama Adam terpampang di papan skor. Satu gol berhasil dilesakkan serta satu umpan membawa Adam Alis menjadi bahan pembicaraan pencinta sepak bola tanah air. Waktu itu, Timnas Indonesia menang telak 5-0 atas Timor Leste.

Adam juga bermain untuk timnas di SEA Games 2015 di Singapura dan berhasil melaju ke semifinal. Sebelum akhirnya takluk 5-0 dari Thailand dan kembali dibantai dengan skor yang sama oleh Vietnam di perebutan juara ketiga. ”Itu pengalaman saya di timnas, saya berusaha agar dipanggil lagi,” kata dia.

Sedangkan untuk di tim, sebelum membela Arema FC, dia direkrut oleh Barito Putera untuk berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Adam bermain sebanyak 34 laga atau selalu main di kompetisi yang diikuti 18 tim ini. ”Saya tampil maksimal, lalu setelah itu belum ada perpanjangan kontrak. Kemudian ada tawaran dari coach Aji Santoso untuk bergabung bersama Arema FC,” kata Adam.

Dalam laga pramusim Arema, seperti Piala Presiden 2017, Adam telah menunjukkan taringnya. Dia seperti jenderal di lini tengah Arema. Adam terus menggiring dan mengumpan bola, bahkan melewati 1–3 pemain sebelum memberikan umpan terobosan kepada Cristian Gonzales. Bahkan, dia mencetak gol saat perempat final Piala Presiden 2017 melawan Sriwijaya FC melalui tendangan spektakulernya. Karena permainannya itu, dia nobatkan sebagai pemain terbaik. ”Saya bersyukur, saat ini harus mampu mengantarkan Arema menuju juara,” kata Adam. Sebagai bentuk syukur kepada Allah Hadiah Uang 150 juta dia niatkan untuk mengajak naik haji orang tuanya (Samsul Anam/ Aris Syaiful Anwar)

Check Also

Guna Membina Generasi Penerus, LDII Ajarkan Pengenalan A Qur’an Sejak Dini

Festival caberawit ceria diselenggarakan di aula Baitul Manshurin desa Mangliawan, kecamatan Pakis Kabupaten Malang (29/10). …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *