Home ~ Artikel LDII ~ Motivasi ~ Sebab bersamamamu Hatiku menjadi tentram dan surga terasa dekat

Sebab bersamamamu Hatiku menjadi tentram dan surga terasa dekat

Picture : Ldii Lampung

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa tentram kepadanya (Q.S Al A’raf : 189)

Jangan menikahi seseorang karena jatuh cinta. Jangan menikahi seseorang karena iba. Tapi nikahilah seseorang karena tentram bersamanya dan surga terasa semakin dekat. Menikah tidak mengharuskan ada cinta karena tidak termasuk dalam syarat sahnya pernikahan. Namun apabila sudah menikah diharuskan ada cinta diantara keduanya. Dalam islam tidak ada istilah pacaran, sebab pacaran selalu menjurus pada kemaksiatan ujung-ujungnya bisa terjadi perzinaan. Kalau sudah berzina sungguh berat proses pertaubatannya.

Memiliki pasangan hidup adalah dambaan setiap pemuda maupun pemudi yang sudah nisab menikah. Nabi pernah bersabda dalam Hadist “dari Abi hurairah Rasulullah berkata dinikahi perempuan dinikahi sebab 4 perkara yaitu sebab hartanya, sebab nasabnya, sebab kecantikannya dan sebab agamanya maka memilihlah kamu sebab agamanya. Jika tidak maka rusaklah kamu (H.R. Bukhori). Dari hadist tersebut memilih sebab agamanya adalah prioritas pertama dan utama. Agama yang baik hanya dimiliki oleh wanita sholihah dan wanita sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia.

Memiliki istri sholihah ibarat memiliki segalanya. Punya harta melimpah tapi punya istri cinta dunia (hubud dunya) maka lama-lama akan habis. Punya segalanya tapi akhlak istri jelek, suka dusta, suka memaki maki suami, tidak taat suami maka segalanya itu tidak akan ada artinya. Sebaliknya harta masih kurang tapi punya istri yang pandai bersyukur, maka walaupun harta yang dimiliki sedikit namun bahagianya luar biasa. Istri yang taat pada suami, bisa menyenangkan suami saat dipandang maka serasa memiliki segalanya di dunia ini.
Menikah adalah perintah Allah dan Rasulullah. Menikah menjadikan seseorang tentram dalam hatinya, tidak mudah galau dan gundah gulana. Menikah dapat menjaga nasab keturunan halal dan mendapat keridhoan Allah dan rasul. Menikah dapat mencegah seseorang dari keburukan zina baik zina mata, telinga dan tentunya zina farji. Apabila seseorang terjaga dalam hidupnya dari dosa maka tentunya hidupnya bahagia didunia dan diakhirat. Di dunia bisa menikmati dan menjalani hidup dengan tentram, diakhirat mendapat surga yang di janjikan.

Setiap orang memiliki jodohnya masing-masing sejak 50.000 tahun sebelum bumi di ciptakan. Jodoh itu sengaja dibuat misteri oleh Allah agar setiap diri seseorang berusaha mempersungguh untuk meraihnya. Ada beberapa cara agar kita bisa menjemput jodoh idaman yang sholeh/ sholehah yang diidamkan, antara lain :
1. Menata niat semata-mata karena Allah
Menjemput jodoh yang sudah menjadi qodar kita, jangan diniati hanya karena sudah berumur, ikut-ikutan menikah tapi semua diniati ibadah karena Allah.
2. Mentaubati diri atas kesalahan-kesalahan kita
Tidak bisa dipungkiri mungkin kita selama ini mencari jodoh dengan cara yang salah (pacaran). Hanya takut tidak kebagian jodoh. Padahal setiap orang jodohnya sudah tertulis dan tidak akan tertukar. Cara yang salah ini agar dapat ditaubati. Memohon ampun kepada Allah. Agar dosa-dosa kita terampuni.
3. Memantaskan diri menjadi pribadi sholeh dan sholehah
Jodoh adalah cermin. Apabila kita dalam kondisi pribadi yang kotor tentunya jodoh kitapun sama. Perempuan adalah tulang rusuknya lelaki. Apabila lelakinya jelek tentunya jelek pula tulang rusuknya. Dalam Al Qur’an surat An Nur 26 “wanita yang baik untuk lelaki baik, lelaki baik untuk wanita baik”
4. Memilih jodoh sesuai tuntunan Allah dan Rasul
Apabila sudah bertaubat atas kesalahan dan sudah pula memantaskan diri, maka sudah waktunya memilih jodoh sesuai apa yang diidamkan. Berlian selalu ada di toko berlian. Datangi pengajian-pengajian, cari jodoh kita disitu yang indah bagaikan berlian. Yang kelak menjadi pasangan hidup dunia akhirat kita. Jangan cari di tong-tong sampah, di diskotik, di tempat dogem dan tempat maksiat-maksiat.
5. Menikah sesuai urutan alurnya
Diawali dengan perkenalan (ta’aruf). Bisa di dampingi mubaligh, kyai agar tidak berkhalwat. Di istiqorohi. Jika sudah mantap dilamar ke walinya. Dinikah sesuai rukun sahnya menikah. Jangan melihat dari sisi dunia namun lihatlah dari sisi akhlak dan agama karena ini yang abadi.

Segala sesuatu apabila mengikuti aturan Allah dan Rasul walaupun awalnya mungkin terasa berat namun selalu akan indah dibalik mengamalkannya. Menikah adalah ibadah. Jadikan itu menjadi ibadah kita bersamanya agar bisa bergandengan tangan, saling menguatkan, saling mengeratkan hingga sampai ke Surga dan bahagia selama-lamanya. (Samsul Anam)

#DAKWAH

Check Also

Adam Alis Generus LDII Peraih Pemain Terbaik Piala Presiden 2017

Adam Alis menjadi kebanggaan warga Malang sebab menjadi penentu kemenangan Arema FC melaju ke babak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *