
Surabaya (10/05). Ketua FKUB Kab Malang Drs. KH. Soleh Arifin. M.Pd bersama Ketua DPD LDII Drs.H.S. Subianto dan Sekretaris Isman Hidayat, S.Si. menghadiri acara yang di gelar DPW LDII Jawa Timur yaitu Bedah dan Diskusi Buku berjudul “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII Dalam Platform Profesional Religius Dari Sabang Sampai Merauke”. Acara berlangsung pada Minggu (10/5) pagi di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akademik dan ormas Islam, diantaranya Penulis dan Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU) Dr. Ahmad Ali MD., M.A., Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim sekaligus Asisten Ahli Kemendikdasmen Prof. Dr. Biyanto, dan Ketua Lembaga Dakwah PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I. atau Gus Aab.
Kegiatan dibuka oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi. Dalam sambutannya Ia mengatakan, kegiatan bedah buku digelar pada Mei karena bertepatan dengan momentum bulan pendidikan. Menurutnya, seseorang tidak akan memiliki pendidikan tanpa dibekali ilmu. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu sebagai kewajiban setiap muslim.
“Pentingnya mencari ilmu dalam Islam karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” ujar Amrodji.
Ia menjelaskan, sistem pendidikan di LDII dibangun secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari pengajian caberawit, pra remaja dan remaja, pengajian usia nikah, pengajian umum, hingga pengajian lansia.
“Di LDII ada tiga fokus pendidikan, yakni pendidikan urusan dunia, pendidikan keagamaan, dan pendidikan karakter. Harapannya, semua itu bisa menciptakan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter menjadi perhatian tersendiri karena berkaitan erat dengan budaya di lingkungan sekitar. Karena itu, pembentukan karakter juga harus mampu mengikuti perkembangan budaya masyarakat.
Sementara itu, Penulis sekaligus Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali MD, menjelaskan bahwa kesempurnaan seseorang tidak hanya dilihat dari ketaatannya menjalankan ajaran agama. Menurutnya, hal itu juga tercermin dari sikap amanah, kemampuan menjaga diri dari perbuatan buruk, hingga kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Orang yang sempurna itu pertama taat terhadap ajaran agama, kemudian amanah, menjaga diri dari segala keburukan dan hal-hal yang bisa menjatuhkan martabat manusia. Selain itu juga harus bijaksana, artinya menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan cara yang baik, bukan dengan emosional,” ujarnya.
Ahmad Ali juga berharap, kegiatan bedah buku dapat menjadi ruang dialog ilmiah yang produktif serta memperkuat sinergi antar elemen bangsa dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Selain narasumber utama, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, tokoh masyarakat dan agama, serta para praktisi pendidikan. Pada kesempatan itu hadir pula perwakilan dari Muda NU, PW Muhammadiyah Jatim, dan Ketua Lembaga Dakwah PBNU.
Dalam bedah buku dan diskusi tersebut, para narasumber dan peserta membahas secara mendalam tentang sistem, model, serta corak pendidikan LDII yang dikembangkan dalam platform profesional religius. Cakupan pembahasan tidak hanya terbatas pada Jawa Timur, tetapi hingga dari Sabang sampai Merauke, menegaskan komitmen LDII dalam membangun pendidikan nasional yang berbasis nilai-nilai religius dan profesional.

DPD LDII Kabupaten Malang Berita Terkini Ormas LDII Kabupaten Malang